22

Kami punya satu niat yang dilontarkan awal November 2014

”Berat badanku naik. Aku mau diet,” kata saya.

Angka di timbangan semakin merosot ke kanan selama dua tahun jadi jurnalis. Berat badan saya naik dua puluh lima kilogram. Dari 79 kilogram menjadi 105 kilogram. Dan lebih mengagetkan, entah jin dari mana yang merasuk raganya, si Kawan mau berhenti merokok.

“Sama. Aku juga mau berhenti merokok. Dada mulai sesak. Mataku juga mulai buram sepertinya,” kata si Kawan dengan sebatang rokok yang masih terjepit di antara jari telunjuk dan jari tengahnya. Tumben, batang rokok yang dia bakar siang itu lebih sedikit dari biasanya.

Ini saya. Tujuh tahun lalu, umur 20 tahun, sebelum memutuskan diet pada 2009 sampai hari ini. Cara menurunkan berat badan sebanyak 40 kilogram pernah saya tulis.

Membiarkan segala macam makanan masuk ke dalam tubuh dan tidak pernah lagi olahraga, pipi yang semula tirus berubah jadi tembam, mulai menganggap jauh tempat dengan jarak hanya satu kilometer padahal awalnya mampu dan santai saja jalan kaki dari kantor ke Monas , dan paling menyebalkan jerawat secara bergantian memenuhi area wajah setiap minggunya.

Ini tidak boleh dibiarkan. Jangan sampai berat badan berada di angka seperti enam tahun lalu, sebelum saya mengubah pola makan dan pola hidup yang lebih sehat, yaitu 130 kilogram.

Karena pernah diet selama empat tahun dan berhasil menurunkan berat badan sebesar 40 kilogram, tentu bukan perkara sulit untuk diet lagi. Saya mulai menyantap makanan sehat, membiasakan minum air putih sesuai kebutuhan, dan mulai aktif bergerak. Jalan kaki, bersepeda, serta mengikuti semua program yang ada di FitnessFirst.

“Cukup dua tahun gw jadi donatur. FitnessFirst, aku kembali,” kata saya dalam hati. “Tunggu! Alat mana saja yang harus gw pakai? Gw harus mulai dari mana? Masa hanya sepedaan doang? Masa Cuma renang doang? Eh, ada PT yang lucu. PT lama gw ke mana, ya?”

Anak FitnessFirst banget. Wajib foto!

Semua informasi dari banyak pakar saya praktikan. Sambil melihat alat-alat yang ada di FitnessFirst, otak saya paksa mengingat semua informasi itu. Mana alat yang harus saya mainkan terlebih dahulu, pemanasan harus bagaimana, dan jangan lupa pendinginan.

Personal Trainers kenamaan bernama Etty Budhi bilang kalau olahraga selama 20 menit jauh lebih bermanfaat dan cepat menampakkan hasil ketimbang olahraga berjam-jam. Proses penurunan berat badan bakal cepat jika aktivitas fisik dilakukan intens dan berkelanjutan, ketimbang berlama-lama tapi santai.

Berat badan orang yang jalan di treadmill selama satu jam dengan tempo yang lambat sekali tidak akan sebanyak orang yang jalan cepat dan selalu menaikan kecepatannya setiap dua menit. Meski hanya dilakukan selama 20 menit.

“Lebih baik treadmill tapi jalan cepat selama 20 menit, sesudah itu angkat beban,” kata Etty.

Gerakan dari satu sampai tiga bulan pertama selalu sama. Kardio saya pilih jalan cepat di treadmill selama 10 menit dan bersepeda selama 10 menit juga. Setelah itu angkat beban, bukan barbel dan alat-alat berat yang bikin kita jiper duluan saat melihatnya, melainkan alat yang memiliki fungsi yang sama tapi dapat digunakan buat pemula. Dan tidak lupa sering-sering ke timbangan untuk memotivasi saya lebih giat lagi.

Selalu ada hasil jika dikerjakan dengan benar. Begitu juga dengan berat badan saya yang perlahan-lahan turun. Dari 105 turun ke 103 lalu turun lagi ke 100 kilogram. Dua bulan berat badan saya turun lima kilogram.

Target saya tidak pernah banyak, tidak boleh lebih dari empat kilogram setiap bulan atau hanya 0,5 kilogram setiap minggunya. Lima kilogram selama dua bulan sangatlah wajar.

Saya juga olahraga di rumah. Lari, skiping, dan angkat beban.

Februari, sepulang Umrah, berat badan naik sedikit. Selama di sana memang jalan kaki melulu. Kendala ada di makanan. Sebelas hari di sana, tubuh hanya dimasuki berbagai macam protein dan hampir tidak pernah makan sayur. Selalu ayam, sapi, kambing, dan domba. Begitu juga konsumsi buah yang sangat sedikit.

Namun, tak butuh waktu lama untuk kembali menurunkannya.

Memasuki April 2015, berat badan stabil di angka 100 kilogram dengan kadar lemak 40 persen. Empat puluh persen itu banyak. Yang membuat usia sel saya lebih tua dari usia sebenarnya, 68 tahun.

Pada bulan itu lagi heboh-hebohnya diet mayo. Diet selama 13 hari tanpa garam dan nasi yang mampu menurunkan bobot tubuh paling sedikit 5 kilogram. Pelaku diet ini paling banyak berasal dari kalangan selebritis. Dari selebritis yang punya nama sampai selebritis yang belum punya nama tapi pacaran sama yang sudah punya biar dia punya nama dan terkenal.

Saya penasan untuk mencobanya. Sejumlah orang dan si Kawan menyarankan ikut katering diet mayo yang harganya tidak sebanding dengan gaji seorang jurnalis :p . Saya pakai rumus ATM, amati, tiru, dan modifikasi. Follow Instagram si pemiliknya, intip menu makanannya apa saja, modifikasi dengan bahan-bahan sendiri.

Sarapan pagi dua butir telur, satu buah tomat, dan seikat bayam rebus. Makan siang dan malamnya suka-suka saya, kuncinya tidak ada rasa. Itu yang saya lakukan selama 13 hari. Di hari ke-14 saya timbang berat badan di suatu acara, rupanya turun sebanyak 8 kilogram dan kadar lemak turun 4 persen.

Hasil penimbangan berat badan saya setelah diet mayo

Diet masih berlanjut. Kali ini kaki dan paha sudah bisa diajak jalan jauh dan pelan-pelana bisa diajak lari. Jenis latihan kini bertambah, lari! GBK jadi saksi. Saya mampu berlari mengelilingi GBK lima kali. Setara dengan lari sejauh lima kilometer. Ditempuh selama satu jam dengan intensitas sedang dicampur jalan yang relatif lebih banyak. Namanya juga pemula.

Secara perlahan angka di timbangan bergerak turun ke kiri. Seminggu sebelum puasa saya kembali menimbang. Betapa bahagianya berat badan ada di angka 90 kilogram.

Usaha si Kawan berhenti merokok patut diacungi jempol. Seminggu hanya habis dua bungkus. Kalau dulu dia bisa murka ketika saya buang sepuluh batang rokoknya, kemarin rada santai ketika saya iseng membuang satu bungkus rokoknya.

Bukannya marah, dia justru menyarankan saya rutin angkat beban. Angkat beban membantu kita bakar lemak dan menurunkan kalori.

Omongan itu persis seperti yang tertulis di dalam buku milik Ade Rai; Bakar Lemak Tanpa Lapar Tanpa Lemas. Tentu diimbangi dengan kardio juga. Jika Etty menyebut latihan kardio terlebih dahulu baru angkat beban, metode yang dimiliki Ade Rai beda lagi. Kenali dulu jenis lemaknya, baru ikuti caranya.

Karena lemak saya tergolong ringan, metode yang saya ikuti adalah;

  1. Pemanasan berupa jalan kaki atau apa pun dengan kecepatan ringan
  2. Angkat beban dan fokus pada jenis latihannya. Hari pertama fokus pada tubuh bagian atas seperti dada, bahu, dan triceps. Hari kedua tubuh bagian bawah; paha depan, paha belakang, dan betis. Hari ketiga tubuh bagian atas lagi seperti belakang, perut, biceps.
  3. Ditutup dengan kardio selama 20 menit.

Metode dari Ade Rai saya praktikan ketika puasa. Selain menebalkan iman dan pahala, puasa di bulan ramadan membantu kita menurunkan berat badan dan kadar lemak. Dan itu betul sekali. Beruntung punya teman kantor yang bisa membantu saya mempraktikan semua gerakan yang ada di buku tersebut. Dua puluh delapan hari mencobanya, berat badan kembali turun lima kilogram menjadi 85 kilogram dan kadar lemak turun drastis ke angka 25 persen.

Foto yang atas saat outing kantor di Bandung, November 2014. Foto yang bawah sekitar seminggu yang lalu, liputan di Bandung juga.
Begitu juga dengan foto ini. Sama-sama di Bandung cuma beda waktu saja

Sebetulnya terbantu juga dengan makanan yang saya santap. Sahur makan nasi merah atau nasi putih, protein yang dibakar atau dikukus, sayuran, dan tidak lupa konsumsi tiga jenis buah sebelum makan sahur. Begitu buka hindari gorengan, cukup tiga butir kurma. Besaran gula yang didapat dari tiga butir kurma tidak bikin gula darah melonjak. Setelah itu, biarkan tubuh istirahat sebentar (sholat maghrib), makan secukupnya, Tarawih, baru olahraga.

Namun, mendadak mentok setelah lebaran. Mentok di angka 85 selama tiga bulan sesudahnya. Mungkin karena pengaruh dari saya yang lagi-lagi memanjakan tubuh ini. Meski banyak makan, nggak tahu kenapa lagi banyak-banyaknya makan, saya imbangi dengan aktivitas fisik. Pernah naik dua kilogram waktu liputan ke luar kota lalu turun lagi ke angka semula setelah di Jakarta.

Akhirnya, dua minggu lalu, saya coba metode baru berupa food combining. Minum air putih hangat yang dicampur perasan jeruk lemon, konsumsi tiga jenis buah saat sarapan, dan jangan mencampur protein dengan karbohidrat saat makan siang atau makan malam. Cara ini berhasil menurunkan berat badan saya menjadi 82 kilogram.

Itu artinya, selama satu tahun ini, saya telah menurunkan berat badan sebanyak 22 kilogram dan kadar lemak berada di angka 20 persen. Empat persen lagi menuju kadar lemak ideal.

Pun si Kawan yang telah membuktikan bahwa berhenti merokok itu bisa asalkan ada niat, motivasi, dan ada yang mendukung.

Menu makanan ketika saya Food Combining
Hasil timbangan saya dua hari yang lalu. Berhasil menurunkan berat badan sebesar 22 kilogram. Jarak dari diet mayo dan diet yang sekarang berhasil turun 10 kilogram.

Perjuangan saya menurunkan berat badan belum selesai. Idealnya, berat badan saya harus 75 kilogram dan kadar lemak kalau bisa 0 persen. Di lain kesempatan akan saya tulis diet apa saja yang pernah saya jalani. Dari yang bikin psikologis saya terganggu sampai diet yang membuat saya nyaman melakukannya.

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

39 comments

  1. Doakan aku bisa menurunkannya lagi

  2. Inspiratif mas Adit. Semoga menginspirasi teman teman yang akan memulai dan sedang menjalani diet.

    1. Aamiin, Mas. semangat buat teman-teman

  3. Ciye adit sukses dietnya..
    Penasaran nih jadinya,8th ga ketemu pasti pangling deh gw

    1. RITAAAA! Parah. Gw kangen sama elu.

      1. Hahahaha kangen juga gw,,lama banget ga ktemu

          1. Hayuk

  4. Wih, mantepp!! Keren abis perubahannya!!

  5. Kamu kok keren bangeeeet!
    AKu udah lepas menyusui nih dan udah bertekad olahraga lagiiii 😀 Masih kelebih berkilo-kilo akibat hamil dan menyusui. *sigh*

    1. Semangat, kak Eka.

      Aku orangnya mudah sesak. Begah sedikit aja gumoh langsung

  6. wah, keren banget. tetep semangat biar bisa ke 75 kilo, ya dit! 😀

    aku juga merasa makin begah dan gak fit. kelebihan 8 kilo sungguh gak enak. bukan cuma gak enak dilihat, tapi juga badan rasanya gak bener. gampang capek, gampang sakit. seminggu ini aku mulai belajar yoga. di rumah, gak di gym, haha. ngikutin program #30daysofyoga yang di youtube. ini udah hari ke-6, yay! :))

    tapi sekarang aku mau fokus ke sehat dan membiasakan diri berolahraga lagi, bukan lagi ke program penurunan berat badan. makanya ga mau nimbang. kalo balik ke 48 alhamdulillah, kalo gak ya gpp. yang penting sehat dan gak males bergerak lagi. hehe

    1. Aaminn… Terimakasih Simbok.

      Wah, boleh dicoba juga tuh Yoga 30 hari.

      Semangat ya Mbok, ayo kita sama-sama menuju sehat

  7. Adit ini luar biasa ya niat dan perjalanan dietnya! Semoga tetap semangat!
    Aku juga sudah perlu makan sehat lagi nih *pesen catering sehat*

    1. Pesan dua, Kak Nath. Aku mau 😆

  8. Anak gadisnya akoh jadi makin ganteeeeng..

    Aku selama hampie setaun ini timbangan makin ke kanan. Sedih, makan. Stres, makan. Udah gak peduli sama berat badan. Kayaknya aku harus makan sehat dan FC lagi nih.

    Semangat ya, diit!

    1. Kak Ajengggg!

      Ayolah makan sehat lagi. Terimakasih supportnya, kak

  9. Horeeeee Adit mah makin keren kalo langsing, soalnya tinggiiiii 😀
    *awas aku jangan dicipok*

    Rasanya dulu pas kita baru kenal via blog tahun 2010 ya, kamu masih agak gemuk. Jadi kayaknya aku jadi saksi transformasi kamu yah. 😆 Hahahaha

    1. Ahai. Iya ya, 2010 saling komentar di blog. 😆

      Asop di mana? Nanti aja kalau ketemu aku kecup. *kaburrrr*

  10. Aku pengen nurunin berat badan suami juga. Mulai senin mau diet mayo. Yang penting no sugar dan salt kan yak? Mudah2an bisa turun 5 kg deh ?

    1. Paling penting sih no salt, Nie.

      Garam itu bikin kita khalaf. Semangat buat bantuin suaminya

  11. Is that you? ow may God, superb banget bisa turun berat badan sampe segini, aku contek ya biar turun juga hahaha

    1. Iya, itu saya, Mas. Silahkan, Mas, silahkan

  12. Adit kamu keren. Gak semua orang bisa punya effort kayak ente. Saya salut.
    Udah berbulan, -kalao gak salah udah tiga bulan lebih- saya berusaha menurunkan berat badan dengan cara makan nasi cuma sekali sehari waktu makan siang. Pagi minum segelas air putih, jam sepuluh makan roti kecil. Sore/malam makan outmeal atau roti. Setiap hari selasa cuma makan kentang + telor rebus. Setiap kamis puasa. Karena olahraga yang gak cukup berat badan saya hanya turun 2 kg selama menjani diet ala-ala, 🙂 Kadang kalau sering ngemil berat badan saya naik lagi. Usaha saya kayaknya belum cukup keras dan disiplin, hadeuh…

    1. Harus tetap semangat ya, Mas. Kalau bisa sih jangan terlalu ekstrem kayak begitu. Tubuh butuh semua nutrisi. Makan saja semuanya, tapi sesuai takar

  13. Kereeennn..pengeen diet..tapi susaahh..godaan (makanan)slalu dataang,,,tinggi 16. Bb 79…idealnya brp yaa bb kuuu???

  14. Maksudku tinggi 165

    1. Berat badan ideal dengan tinggi segitu (setahuku) 65 kilogram. 75 sudah cukup oke. Hitung BMI saja.

  15. Keren banget, mas. Sukses ya, semoga bisa sampe ke 75kg.

    1. Aaminnn.. Terimakasih, Mas Achmad

  16. btw itu di foto alat-alat olahraga kenapa ada jepitan jemuran dit?
    fungsinya buat apa? hahahahaha~ #BedaFokus

    1. Itu buat hitungan skipping, Mas. Satu jepitan = 50 kali skipingan. Gimana ya nyebutnya. :)))

      Jadi kalau sepulu jepitan tandanya sudah 500 kali.

  17. Wow!!
    Nyata banget hasilnya!
    Turunin berat bada harus dilakukan habis saya lahiran besok! Harus ini!

  18. Keren banget bisa turun sebanyak itu.
    Jadi pengen langsing dan sehat nih.

  19. AKu sukaaaak baca ini.
    Soale, jarang kan cowok care dan concern dgn pola hidup sehat

    Tengkyuh, tengkyuuuh!
    *say NO sama gorengan dll*

Tinggalkan Balasan