Gigi Sensitif Itu Menyiksa

Narablog, boleh saya bertanya?

Ada tidak, diantara kamu, kamu, dan kamu, yang ketika melihat (hanya melihat, lho) makanan manis macam coklat, permen, gulali, atau makanan manis lainnya, gigi kalian langung “nyeeeeeessss….” ?

Ada?

Ga ada?

Wah, kalau enggak ada, berarti cuma saya sendirian dong, yang mengalami hal seperti itu? Hiks :( . Sekedar informasi, saya pribadi mengalami hal tidak mengenakkan seperti itu. Bayangkan saja, ketika saya melihat segala rupa makanan yang manis-manis, gigi saya sebelah kiri langsung bergejolak. Mau makan coklat, belum lagi coklatnya saya gigit, gigi saya langsung bereaksi tanda menolak. Parah!  Gigi saya ini sensitifnya melebihi kesensitifan perasaan seorang wanita ketika sedang PMS. Nyiksa. Sensitif seperti ini bukan baru 1-2 tahun saya alami, tapi sudah hampir 4 tahunan. Doh !

Nah, karena hal seperti inilah saya bersemangat sekali ketika milis hore mendapatkan undangan dari Sensodyne. Acara yang bertajuk “Sensodyne Blogger Meet Up” berlangsung pada hari Minggu, 7 Oktober 2012, bertempat di Portico Senayan City, Jakarta.

Ada pun narasumber yang hadir pada hari itu yaitu drg. Yudha Rismanto atau yang lebih akrab disapa drg. Yuda, dan juga ada drg muda yang ketika saya menyebut namanya, pasti cewek-cewek pada jejeritan histeriss. Ya, dia adalah drg. Ariandes Veddytaro atau yang lebih akrab disapa dengan panggilan dr. Andes. Andes ini walaupun usianya masih muda, tapi dia sudah menjabat sebagai GSK Dental Dentailing Manager, lho. Beuh. Keren!

Ki-Ka : Ernest Prakasa, drg. Yudha Rismanto, SpPerio, drg. Ariandes Veddytarro

Acara sensodyne blogger meet up sore itu membicarakan topik-topik yang sangat sensitif di bagian gigi dan sekitarnya. Sebelumnya, Andes mengajak seluruh peserta yang hadir, MC, sampai ke panitia, dan bahkan dia sendiri ikut menjalani tes yang disebut dengan Chill Test. Dari Chill Test inilah, nantinya bakal diketahui gigi kita sensitif atau tidak. Aku sih tidak mengikuti test ini. Lah, sehari-hari saja, tanpa harus menyentuh dan baru melihatnya, gigi saya sudah berekasi keras.

Caranya bagaimana, Dit?

Ikutin caranya, yaaa …

Sekarang, narablog ambil segelas air putih (ditambah sirup, boleh.. Enggak juga ga masalah. Tergantung selera) lalu tambahkan beberapa buah es batu. Es batunya tidak perlu yang besar-besar, cukup yang kecil saja. Sudah? Kalau sudah, masukkan air yang sudah dingin ke dalam mulut. Eitssss … Tunggu dulu, sabar, jangan langsung ditelan. Tapi, berkumurlah selama beberapa detik. Lalu, tahan. Biarkan air yang dingin itu menyebar ke seluruh sela-sela gigi.

Sudah? Lalu, apa yang kamu rasakan?

Biasa saja? Atau ada timbul rasa ngilu yang tajam?

Kalau kamu merasakan ngilu yang tajam, selamat, tandanya kamu masuk diantara 45% orang Indonesia lainnya, hahahaha. Tandanya, kamu dan aku sama. Tosh.

Kenapa saya bilang kamu masuk diantara 45% orang Indonesia lainnya? FYI saja, 45% orang Indonesia merasakan ngilu karena gigi sensitif saat mengonsumsi makanan/minuman dingin, panas, manis, ataupun asam (Ipsos Indonesia, 2011)

Duh, parah, ya?

*

Kamu pernah mendengar istilah Hipersensitivitas Dentin? Enggak tau?

Nah, Hipersensitivitas Dentin atau biasa disebut dengan gigi sensitif adalah sensasi yang dirasakan ketika saraf di dalam dentin gigi terekspos lingkungan. Mulai dari iritasi hingga rasa ngilu yang menusuk. Saya sering kali merasakan hal-hal seperti ini apabila dihadapkan langsung oleh udara dingin, tekanan udara tinggi, pengeringan, gula, asam, dan tekanan pada gigi. SUMPAH! Saya sering kali menggunakan masker untuk menutupi mulut saya, supaya kalau tiba-tiba udara dingin, anginnya tidak masuk ke dalam mulut saya, dan dengan iseng menyentuh gigi sensitif saya. Minuman manis pun sering banget saya tolak, karena saya takut terkena gigi sensitif saya itu. Terkadang pun ketika saya makan sehari-hari, saya berusaha untuk mengunyahnya di sebelah kanan, bukan di kiri yang memang letak dari si gigi sensitif itu.

Dokumen Panitia

Kok bisa sih seperti itu?

Pasti bisalah. Penyebab paling umumnya karena abrasi gigi. Abrasi gigi itu hilangnya lapisan gigi/kerusakan gigi secara mekanis. Biasanya sih, ketika kita menyikat gigi terlalu keras. Dan ternyata itu tidak boleh, lho. Mungkin kita sudah terdoktrin, bahwasanya sikat gigi keras sampai menghasilkan busa, gigi kita akan kuat dan bersih. Ugh,  itu mitos! Faktanya, justru gigi kita mengalami abrasi :'(

Kamu suka pempek? Kamu suka menenggak kuah cukanya walaupun pempeknya sudah habis? Ih, kalau saya suka banget. Ternyata, eh, ternyata, itu juga tidak boleh. Mengonsumsi makanan/minuman asam secara berlebih, juga bisa menyebabkan erosi pada gigi.

Tuh kan, gigi itu sensitifnya kebangetan, ya! Kalah deh, sama pacar atau istri yang sedang PMS. Hahaha … #ditampar.

Apakah gigi sensitif bisa dicegah, Dit? Oooo, jelas !

Sederhana, kok. Hindari gaya hidup yang dapat memicu timbulnya gigi sensitif, yaitu menyikat gigi dengan cara yang benar. Ga perlu keras-keras, santai saja. Yang lebih penting sih, jangan mengonsumsi makanan dan minuman yang ekstrim langsung secara bergantian.

Maksudnya, Dit?

Maksudnya gini. Sehabis kamu menyantap es krim, jangan langsung menyantap soto atau bakso yang sedang panas-panasnya. Dan lebih gilanya lagi, habis menyantap eskrim, menyantap bakso, lalu kamu menyantap pempek. Beuh, kasih jeda, dong. Itu tu yang bisa memicu gigi kamu sensitif. Dan, biasakan diri untuk rutin ke puskesmas atau rumah sakit untuk sekedar konsultasi dengan dokter gigi, check up rutin.

“… Andai saja saya membiasakan diri 6 bulan sekali rajin menemui dokter gigi di puskesmas/rumah sakit, pasti pengetahuan seputar gigi akan sering saya dapatin. Ini malasnya ga ketulungan. Alasannya klasik. Takut. Takut sama dokter gigi. Padahal dokter gigi sekarang itu muda-muda, cakep-cakep pula. Tapi, tetap saja emoh. Takut kalau misalnya dicek nih, diketahui kalau gigi saya itu bermasalah. Dan harus di apa-apain. Aduh, gusti. Keringat dingin langsung saya. Duduk di atas kursi dan disorot lampunya itu, membuat saya gemetaran…” #menyesal

Yang pasti sih, jangan lupa gunakan pasta gigi khusus gigi sensitif, yaaaa..

Ngomongin pasta gigi khusus gigi sensitif, pasta gigi apa sih, yang kamu gunakan?

Kalau saya pribadi sih, berhubung sering banget terkena serangan mendadak di bagian gigi, saya menggunakan pasta gigi sensodyne sebagai senjata. Jauh sebelum saya menghadiri acara Sensodyne Blogger Meet Up ini, saya sudah menggunakan Sensodyne. Tidak rutin sih, jarang-jarang, hehehe #BeraniJujur .

Dulu sih, variant untuk pasta gigi Sensodyne masih itu-itu saja. Sekarang, sudah banyak. Ada 7 variant. Yaitu : Rapid relief, Fresh Mint, Gentle Whitening, Gum Care, Cool Gel, Original Flavor, dan Total care. 

Kenapa memilih sensodyne, Dit? Tapi, kenapa pula jarang-jarang membelinya?

Jujur, cara kerja Sensodyne sangat cepat. Saya selalu aman apabila menggosok gigi menggunakan sensodyne, karena ternyata, sensodyne bekerja masuk ke dalam lapisan gigi. Menenangkan saraf, dan membantu mengurangi rasa ngilu karena gigi sensitif.

Masing-masing dari 7 variant ini memiliki fungsi yang berbeda-beda. Ada yang memberikan perlindungan dari rasa ngilu dengan cepat, ada yang memberikan perlindungan dari rasa ngilu pada gigi sensitif dengan pemakaian dua kali sehari secara teratur, ada yang memberikan perlindungan dari rasa ngilu pada gigi sensitif sekaligus memberikan kesegaran pada mulut, ada juga memberikan perlindungan dari rasa ngilu pada gigi sensitif sekaligus memberikan perawatan untuk mencegah gigi berlubang.

Jarang, dikarenakan harganya yang agak sedikit mahal. Jelas saya bilang mahal, dulu kan saya hidup sendiri, jauh dari orang tua, status mahasiswa pula. Banyak pengeluaran untuk hidup seorang anak kost. Jadinya, saya harus pintar-pintar menyiasati pengeluaran untuk bisa membeli pasta gigi ini.

Tapi, kini saya sadar, ada harga ada kualitas. Harga memang mahal. Tapi, dengan cara kerja seperti yang saya paparkan itu, wajar rasanya apabila harga yang dibandrol agak sedikit mahal.

Sensodyne sebagai pakar perawatan gigi yang sudah hadir selama 50 tahun,  tidak henti-hentinya berinovasi demi menjawab kebutuhan yang pastinya berbeda dari tiap penderita gigi sensitif. Selain dari 7 variant yang saya sebutkan di atas, ada lagi lho yang baru. Yaitu,  Sensodyne Repair & Protect.

Sensodyne Repair & Protect, mempunyai teknologi bernama NOVAMIN (pasta gigi sensitif yang dapat membentuk kembali lapisan mineral gigi yang alami untuk melindungi gigi sensitif), pasta gigi sensitif yang dapat membentuk kembali lapisan mineral gigi untuk melindungi gigi sensitif. Mengandung formula unik dengan kalsium terkonsentrasi yang terbukti secara klinis membantu membentuk kembali lapisan mineral gigi yang alami sehingga melindungi area gigi yang sensitif.

Pergunakan  Sensodyne Repair & Protect 2x sehari secara teratur sebagai pasta gigi sehari-hari, akan senantiasa membentuk kembali lapisan mineral gigi yang alami untuk memberikan perlindungan pada area gigi yang sensitif. Sekaligus, memberikan manfaat pasta gigi sehari-hari termasuk permbersihan dan perawatan menyeluruh untuk gigi dan mulut serta memberikan kesegaran.

Fakta tentang gigi sensitif

  •  52% orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki gigi sensitif tanpa memeriksakannya ke dokter gigi (Ipsos Indonesia, 2011)
  • Kata drg. Yudha, orang-orang di pedesaan atau orang yang terbiasa minum air dalam suhu wajar, kemungkinan kecil giginya menjadi sensitif. Tetapi, orang yang tinggal di perkotaan biasanya lebih punya kepedulian tentang perawatan gigi.

Oia, ada satu lagi nih yang penting. Yang narablog harus ketahui. Sensodyne mempersembahkan satu program yang diberi nama “Sensodyne Expert Corner“. Program ini dirasakan sangat penting dilakukan karena semakin tingginya angka penderita gigi sensitif, namun tidak menyadarinya dan mispersepsi bahwa nyeri dan gangguan akibat gigi sensitif tidak menimbulkan dampak serius, juga menyebabkan keluhan yang cenderung diabaikan. *tepuk tangan untuk Sensodyne*

Sumber : dokumentasi workshop, file dari panitia, dan ingatan yang tersisa.

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

56 comments

  1. Kalau aku sih, sehabis minum es, es batunya ku makan. Aku gigi-gigit. Hehehe…

    1. Wah, jangan sering-sering ya, Rus. Bisa-bisa Abrasi gigi kamu :)

    2. Idem sama Rusa, paling asyik loh ngunyah es batu… hahahahahaha

      1. iya, sekarang sih asik, kedepannya? cek ke dokter gigi, gih :p

  2. tingkat sensitif(an) gigi kamu mengerikan dit LOL

    1. Emang, Mas 😆

      Untung kemarin datang ke acara ini, jadi bisa nanya soal kesensitifan gigiku ini :)

  3. Bersyukur dong Dit gw termasuk yang 55% sisanya. 😀
    Semoga cepet sembuh Dit. :)

    1. wah, asik ya, Mas. selamat deh. dijaga selalu kesehatan giginya, yes!

      Terima kasih, Mas Dan 😀

  4. aku sih, nggak ngerasa ngilu, tapi udah banyak yang berlubang. udah ada pikiran mau menambalnya, kira2 aman2 saja kan itu?

    1. masalah aman/tidaknya, saya kurang tahu, Mas. coba langsung ke puskemas/rumah sakit saja, Mas Kur. konsultasi. biar lebih pasti jawabannya :)

  5. Aku juga pakai Sensodyne Dit.
    Soalnya gigi ini ngilu terus. Sebenarnya memang karena tambalannya terbuka dan sekarang lagi perawatan, tapi memang sensodyne itu membantu. Gak ngilu saat sikat gigi.

    1. TOSH, kak.

      aku pun demikian. bekas tambalan gigi berlubang, mempengaruhi kesensitifan gigiku. Jadi merasa bersalah, enggan cek sama dokter giginya karena takut.

      Yah, begitulah sensodyne. walaupun mahal, tapi efeknya luar biasa :)

  6. alhamdulillah..aku walau jarang periksa kedokter gigi,tidak termasuk kedalam 45% itu..

    dirumahku juga pake pasta gigi ini…

    1. selamat. dijaga terus kesehatan giginya :)

  7. gigi sy kadang-kadang sensitifnya. uda jarang banget ngilu kalo makan es. bener tuh kak tipsnya, semenjak ngindarin makanan ekstrim bergantian alhamdulilah uda nggak lagi.

    salam kenal ya 😀

    1. wah, saya senang dengarnya. semoga bermanfaat tipsnya :)

      salam kenal kembali, Anelies :)

    1. WOW. Asik yes, pakai sensodyne 😀

  8. Daku gak bermasalah sama gigi sensitip *semoga tidak akan pernah punya* , jadi makan esgrim, esbatu, nyaman-nyaman aja 😀

    1. asik banget. tukeran gigi yuk, Fan.

  9. Setelah 4 gigi geraham saya ditambal, baru sadar pentingnya merawat gigi :D.

    1. pengalaman adalah guru berharga. #tsah 😆

  10. Gigi sensitif itu memang menyiksa. lebih menyiksa lagi kalau ga ada pacar. #eh

    Yah, namanya juga pasta gigi bagus, pasti mahal, To. tapi efeknya bagus, kan?

    1. *olesin mata Bona pake pasta gigi sensodyne* #kurangajar !

      Iya, efek yang kurasakan bagus banget.

  11. *cari-cari es batu buat ngetes gigi*

    1. jangan lupa sirup ya, Kak Oelpha 😆

  12. Aku dan tos..^^-^^

    aku ga suka yg manis-manis,, jadi ga berasa gigi sensitifnya,, berasa cuma waktu ramadhan,,pas makan kurma… wuehh..

    iya dicoba lah sensodyne nya dari pada terlanjur parah nanti..
    terimakasih infonya..

    1. sama-sama. selamat mencoba sensodyne. semoga giginya senantiasa sehat :)

  13. Template blogmu ganti ya Dit?
    Btw aku semacam beruntung udah gak ngilu lagi 😀

    1. enaknya. gigiku ini sensitif parahlah :(

  14. jujur seumur hidup baru ke dokter gigi sekali hehehe,,, klo gak sakit kenapa ke dokter coba, ngabisin duit aje :p
    ngomongin sensi gigi gue jg sensi bang, dingin dikit nyuut, manis dikit nyuutt,,, tapi selama enak hajar aja hahaha…

    pasta gigi gue ya tetep setia dengan pepsodent klasik :)

    1. Kalau gigi lo terus menerus seperti itu, harus segera ditangani. Karena sensitif, pakailah pasta gigi khusus gigi sensitif. ya, sensodyne ini.

  15. Kebetulan banget, saya salah satu penderita gigi sensitif. Tapi saya belum pernah periksa ke dokter karena gigi saya tidak sakit. Cuma ngilu saja kalau habis makan. Biasanya habis makan saya tidak nyaman kalau tidak gosok gigi, karena mulut dan gigi seperti terasa kotor banget, ngilu. Pengennya cepet2 gosok gigi biar rasa ngilu bisa ilang.

    1. sama banget seperti saya, Bli. saya pun seperti itu. kalau sehabis makan gigi terasa ngilu, itu tandanya ada sisa makanan yang nyangkut di gigi itu, jadinya, ya buru-buru sikat gigi. Untungnya sensodyne ini kerjanya cepat, jadi terselamatkan. 😀

  16. Gigiku kayaknya nggak sesensitif gigi kamu deh…

    1. wah, bagus itu, Kak. selamat, ya. beruntungnya kamu :)

  17. hebat nih Dit… sekarang tulisannya :)..

    Soal gigi… saya mah apa aja masuk… tidak ada sensitive sensitivean… tapi tetap pake Sensodyne juga loh :)

    1. hebat oponya toh, Mas? sampeyan bisa aja. wah, itu pasti dampak dari rajin menggunakan pasta gigi sensodyne pas sikat gigi ya

  18. acaranya bagus ya. Artikelnya juga bagus, jadi tahu info lebih banyak tentang gigi sensitif. TFS.

    1. yah, sama-sama 😀

  19. gigi sensitif itu… ga enak!
    jadi susah kalo mau minum yang panas atau dingin..

    1. yah, nenek grondol juga tau kali Mas Billy, gigi sensitif itu tidak enak! uh. *cubit pipinya Cissy*

  20. biasanya sih kalo abis makan es..

    1. nah, jaga baik-baik giginya, ya 😀

  21. jangan males gosok gigi ya… dan jangan suka makan minuman panas dingin bergantian.. bikin rusak email.

    1. oke, Kaka Dokter Gigi. sip, sip, sip :)

  22. gigi saya juga sensitif.
    ga perlu kumur air putih plus es batu, liat es batu dan orang yg lg ngunyah es batu aja udah ngilu merinding rasanya he3.
    apalagi semenjak kecelakaan setahun yg lalu, dimana harus operasi gigi gusi dan rahang, kesensitivitas gigi mungkin meningkat. dan dokter udah ngasih saran pake sensodyne.
    sampai sekarang rutin, tapi tidak setiap sikat gigi pake itu, kata dokternya sebaiknya utk gigi saya, selang-seling

    1. horeeeeeee ! aku ada temannya. Ah, aku turut prihatin ya, Mas. atas kecelakaan yang menimpah dirimu dan mengharuskan operasi gigi, gusi dan rahang.

      Iya, Mas. sensodyne ini sepertinya sudah menjadi “resep dokter”, ya.

  23. Adit (hehehe..seperti manggil anak sendiri),
    Dengan melihat makanan manis saja seperti coklat gigi sudah gemetaran? Berarti syarafnya sudah merekam jejak penolakan terhadap makanan manis ya Dit..Ya bagus juga berarti Adit di larang makan coklat atau yg manis-manis lainnya. Lebih sehat kan…

    1. Hahaha.. gapapa, Bunda.

      Iya, bund. kemarin dokter Andes pun berkata seperti itu. bahwasanya syaraf gigi saya sudah merekam jejak penolakan seperti itu. Cuma, aku kan pengen icip-icip :(

    1. kamu mah enak, Mas Brama. patjarnya kan dokter gigi. haha 😆

  24. rasanya seh gigi aku gak sensitif deh.. baru rasanya seh 😛

    1. coba dicek yang benar. :)

  25. I have been looking at a bunch of your other stuff.
    I might add that this is by far my favorite!

    Here is my homepage :: tanning lotion

Leave a Reply