[KUATOO] SOTOJI : Soto Yang Baik Untuk Vegetarian

Sudah hampir 4 tahun saya menjalankan program “sadar diri”. Program ini ada ketika saya mulai capek dengan kondisi badan saya yang semakin hari semakin membengkak, celana serta baju mulai menyempit, dan nafas mulai ngos-ngosan. Alhamdulillah, hasil dari program sadar diri yang selama ini saya jalankan, adalah menyusutnya badan ini sebanyak ±35 kilogram, dan tinggi badan mendadak naik 10 cm ++.

Sampai hari ini pun saya masih menjalankan program ini. Malah, terhitung pertengahan Februari – dan direncanakan – sampai akhir Maret, saya sedang menjalankan program vegetarian. Program ini tercetus dari artis cantik, sekaligus mantan VJ yang sekarang menetap di Singapura, Nadya Hutagalung. Wanita cantik itu mengajak followers nya untuk menyambut Eart Hour yang jatuh pada akhir maret dengan ber-vegetarian. Katanya, salah satu wujud cinta bumi dengan tidak mengkonsumsi daging-dagingan secara rutin. Susah, sih, enggak. Soalnya, saya bukanlah orang yang pemilih dalam soal makan. Ngga makan ikan, daging, ayam, bebek, tidak jadi masalah buat saya. Toh, tempe, tahu, telur, dan sayur mayur saya sangat menyukainya.

Mendekati sebulan saya menjadi seorang vegetarian, mendadak masalah kecil muncul. Saya mau makan SOTO. Iya, SOTO. Mau soto Medan, Padang, Ngawi, tauto Pekalongan, sampai coto Makassar, apa saja, deh, yang penting soto. Damn! Tapi itu semua, kan, daging. Di satu sisi, soto adlah penganan khas Indonesia yang sangat saya sukai. Apalagi soto buatan ibu. Terpujilah orang Cina pertama yang menemukan resep caudo – soto dari Cina – ini. Di satu sisi lagi, saya kan lagi vegetarian, sayang rasanya kalau harus melanggarnya walaupun hanya 1 hari.

Tapi, saya teringat sama satu  soto yang sedang in dikalangan blogger, dan pertama kali saya tahu dari milis deBlogger, namanya SOTOJI, Soto Jamur Instan. Soto jamur ini hasil produksi dari PT. RASTRA SUKSES SEJAHTERA yang berasal dari kota Bogor, Jawa Barat. Jamur yang dipakai pun sehat untuk yang meng-konsumsinya, yaitu jamur tiram. Tau sendiri manfaat jamur satu ini banyak banget. Selain sebagai makanan, jamur tiram juga berfungsi menurunkan kolestrol, sebagai antibakterial, dan antitumor. Serta dapat menghasilkan enzim hidrolisi dan enzim oksidasi. Selain itu, jamur tiram juga berguna untuk membunuh nematoda.

Jangan takut tentang pengakuan. Produk soto instan ini sudah diakuin DEPKES RI dengan No. P-IRT 8043271011186 , dan sudah mendapatkan sertifikasi HALAL dari MUI. Apakah soto jamur ini memakai pengawet? Tidak, jawabnya! Menurut yang empunya produk , @rsugito , sotoji tidak memakai bahan pengawet buatan/kimia. Pengawet yang digunakan adalah bumbu dan modifikasi proses. Fiuhh.. Syukur, deh. Ngga kebayang gimana sehatnya soto jamur satu ini.

Soal penyajian pun ngga sesulit membuat soto pada umumnya. Nama juga instan, ngapain repot-repot. Bener, ‘kan? Nih, cara penyajian saya. Sebelumnya, saya beritahu dulu isinya ya.

1. Sohun  | 2. Minyak | 3. Bumbu | 4. Jamur Tiram | 5. Cabai

Baru, deh, begini cara masak SOTOJI a la chef Adiitoo :

1. Rebus Air Sampai Mendidih

2. Setelah Air Mendidih Masukan Sohun

3. Setelah Sohun Masukan Jamur Tiramnya

 

Menunggu sohun dan jamurnya masak, bumbu-bumbu yang ada jangan lupa dimasukan ke dalam mangkuk.

Masukan Minyak

Masukan Bumbu

Lalu Yang Terakhir Masukan Cabai

Ngga perlu menunggu lama, belum sampai 10 menit, sohun dan jamur sudah masak, dan siap disajikan bersama bumbu-bumbu. Biarkan mereka bercinta dan menghasilkan rasa yang luar biasa harum, dan membuat perut demo untuk segera menelannya.

This is it, soto jamur sehat a la chef Adiitoo

Soal rasa, sotoji ini lain daripada soto lainnya. Sohun dan jamurnya itu kenyal, bumbu-bumbunya pun membuat hidung ini berjoget saking harumnya. Dan, membuat perut ingin cepat-cepat menyantapnya. Masalah prosi, bener, lho, ini ngenyangin banget walaupun makan cuma 1 bungkus. Eh, tapi ngga tau juga, ya, saya kan lagi diet *kalem*.

Tapi, ada beberapa hal yang amat sangat disayangkan dari soto jamur instan ini. Bawang gorengnya, mana? Aissshhh. Saya hampir terkecoh ketika pertama kali membuka bungkusnya. Pertama yang saya cari adalah keberadaan jamurnya. Ngga taunya, jamur itu ada di  kemasan yang paling besar. Baru, deh, saya mencari keberadaan bawang gorengnya. Masa ngga ada, sih? Padahal, kan, bawang goreng itu tambahan yang wajib ada. Kayaknya ada yang kurang tanpa siwiran bawang goreng diatas sotonya.

Lalu, soal nama, harus benar-benar sampai ke masyarakat kalau itu SOTO JAMUR INSTAN, bukan MIE INSTAN RASA SOTO. Soalnya, ketika saya menawarkan ke saudara beserta teman-teman, mereka semua pada bingung “Mie instan rasa soto? Ah, itu kan banyak di pasaran” “BUKAN! Ini soto jamur instan”. Bahkan, kemarin sore ketika disuruh membuat bihun goreng sama ibu, dia memakai sotoji. Dia kira itu bihun biasa, tanpa di tengok lebih lanjut kalau itu soto.

Soal kemasan, saya , sih, tidak mempersoalkannya. Sejauh mata memandang, simple dan ga neko-neko. Semua sudah tertera disitu. Baik berat bersihnya, produksi dimana, saran penyajian, cap HALAL, beserta keputusan nomor Depkes. Tapi, menurut ayah saya yang sudah 4 hari ini ketagihan menyantap SOTOJI, kemasannya rada kucel. Warna yang dipilih mengesankan kalau bungkusnya kusam. Coba pilih warna yang lebih terang sedikit. Dan, kata ayah saya, empingnya mana?? Ha-ha-ha .. Banyak maunya.

So far, SOTOJI ini wajib kalian pesan, dan kalian rasakan sensasi kelezatannya. Cara mendapatkannya mudah, order via online di http://www.sotoji.com/ atau kalian bisa pesan di saya. Harga 1-annya = Rp. 3500,- 3 bungkus= Rp. 10.000 belum termasuk ongkos kirim, ya. Ha-ha-ha ..

Nyam Nyam Nyam

Slurrrppppp

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
44 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge